Berita Terkini

459

Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96, KPU DIY Gelar Nonton Bareng Film “Tepatilah Janji” di Universitas Amikom

diy.kpu.go.id - Untuk mendorong partisipasi aktif pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) menggelar nonton  bareng film “Tepatilah Janji”, Senin (28/10/2024). Acara yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 ini dilaksanakan di Universitas Amikom Yogyakarta dan diikuti oleh dua ratus orang mahasiswa Universitas Amikom serta masyarakat umum. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KPU Goes to Campus, School, dan Pesantren, yang oleh KPU DIY dikemas dalam bentuk seminar, diskusi, dan nonton bareng. Selain KPU DIY, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia juga melaksanakan kegiatan serupa di berbagai kampus di seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU DIY, Moh Zaenuri Ikhsan mengingatkan pentingnya pemilih pemula untuk menggunakan haknya dengan bijak. Karena itu, Ikhsan juga meminta para pemilih untuk melihat rekam jejak para calon pemimpin yang berkontestasi dalam Pilkada. Untuk memudahkan pemilih mengetahui para calon kepala daerah di masing-masing wilayah, Ikhsan menyarankan para pemilih untuk mengakses infopemilu.kpu.go.id.  Rektor Amikom, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini dan mengatakan kalau pendekatan pendidikan pemilih yang kreatif dinilai cocok untuk menyasar generasi muda. Suyanto juga mengatakan bahwa pelibatan Amikom dalam kegiatan ini terbilang relevan sebab Amikom telah lama berkiprah di dunia perfilman dan ekonomi kreatif. Film Tepatilah Janji adalah film karya Garin Nugroho yang dibintangi oleh Ibnu Jamil, Cut Mini, Shenina Cinnamon, Bima Zeno, dan bintang-bintang berlevel nasional lain. Film bertema Pilkada ini memuat pesan-pesan kepemiluan yang diaplikasikan dalam keseharian. Antusiasme peserta tidak saja terlihat saat menikmati film tapi juga pada saat dilakukannya diskusi. Diskusi yang dilakukan setelah pemutaran film ini didahului dengan pemaparan dari pemantik diskusi, Moh Zaenuri Ikhsan dan Muhammad Zuhdan, S.Ip, MA. Keduanya mengaitkan demokrasi dan pentingnya partisipasi aktif pemilih dalam pemilu dengan kejadian dan pesan moral dalam film. Mengakhiri diskusi, Zuhdan yang merupakan Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Amikom mengatakan kalau dirinya meyakini bahwa generasi muda merupakan penjaga demokrasi di Indonesia. Tidak saja karena jumlahnya yang relatif besar tapi juga karena sifat pemilih pemula yang cenderung kritis dan mengikuti perkembangan teknologi. Selain seminar, diskusi, dan nobar, dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak. MoU tersebut merupakan lanjutan dari kerjasama dari keduanya yang telah berakhir masa berlakunya.(phms)  


Selengkapnya
587

KPU DIY Ajak Mahasiswa Belajar dan Diskusi Pemilu

diy.kpu.go.id - Bagaimana pengalaman Pemilu yang anda rasakan? Pertanyaan tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY), Ahmad Shidqi, dalam kegiatan Seminar With KPU DIY dengan tema “Memahami Peran dan Tanggung Jawab Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa Untuk Meningkatkan Demokrasi di Kampus” pada Minggu (27/10/2024). Selanjutnya, Ahmad Shidqi mengajak mahasiswa yang terlibat sebagai Panitia Pemilihan Umum Raya di lingkungan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta untuk belajar dan berdiskusi bersama terkait pelaksanaan Pemilu baik secara umum atau dalam lingkup kecil. Shidqi menyampaikan dalam materinya bahwa Pemilu 2024 menjawab kebutuhan masyarakat untuk memilih calon pemimpin. Sehingga perlu refleksi kritis dari penyelenggara Pemilihan Umum Raya di lingkungan kampus untuk menyampaikan kepada mahasiswa, manfaat serta pentingnya memilih calon pimpinan organisasi kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) misalnya. “Kalau anda ingin Pemilihan Umum Raya itu tinggi tingkat partisipasinya maka anda harus memahami karakter serta keinginan dari mahasiswa”, ujar Ahmad Shidqi dalam paparannya di ruang Seminar Jurusan Teknik Informatika UPN “Veteran” Yogyakarta. Ia menambahkan bahwa upaya meningkatkan partisipasi dalam konteks Pemilihan Umum Raya dapat dilakukan dengan membangun kepercayaan dan profesionalitas dari organisasi kampus dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa. Selain itu dibutuhkan strategi pendidikan politik bagi pemilih dalam pelaksanaannya. Shidqi juga menegaskan ada tahapan krusial yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan Pemilu yakni pendataan pemilih, pencalonan, pembentukan panitia pemilihan, kampanye, masa tenang, pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi penghitungan suara, penetapan hingga pelantikan calon terpilih. Hadir membuka dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua BEM KM UPN “Veteran” Yogyakarta periode 2024, Wahyu Ramadhan Darmawangsa. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi lebih lanjut oleh peserta.(phms)  


Selengkapnya
478

KPU DIY mengikuti Training of Trainer (ToT) Fasilitator Bimbingan Teknis KPPS kepada KPU Provinsi/KIP Aceh pada Pemilihan Tahun 2024

diy.kpu.go.id - Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY Sri Surani bersama Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Tri Mulatsih, Kepala Bagian Perencanaan, Data, dan Informasi  Analis Primadani, Kepala Sub Bagian Perencanaan Viera Mayasari Sri Rengganis, serta Operator SIAKBA Ratna Dewi Senjarini mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Fasilitator Bimbingan Teknis kepada KPU Provinsi/KIP Aceh Pada Pemilihan Tahun 2024. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia ini berlangsung di Jakarta mulai tanggal 22 s.d. 24 Oktober 2024, dan diikuti oleh 38 satuan kerja KPU Provinsi se-Indonesia dengan total peserta sebanyak 228 orang. Acara dibuka oleh Ketua KPU Republik Indonesia Mochammad Afifuddin yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menentukan kualitas ujung tombak di bawah dalam pelaksanaan PILKADA yaitu KPPS, mereka adalah pejuang demokrasi yang bekerja selama 1 bulan tapi menentukan keberhasilan dari PILKADA. Afif juga menambahkan bahwa kegiatan ini merefleksikan semua yang terjadi pada saat Pemilu 2024 sehingga menjadi pembelajaran bagi kita agar Bimtek KPPS besok lebih baik dan kita mendapatkan KPPS yang profesional serta memahami tugas dan pekerjaannya. Turut hadir memberikan pengarahan Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, dan Penelitian dan Pengembangan Parsadaan Harahap serta Ketua Divisi Data dan Informasi Betty Epsilon Idroos. Dalam pengarahannya Parsadaan Harapan menyampaikan bahwa kegiatan ini membahas bagaimana pengelolaan dan fasilitasi bimtek yang baik termasuk antisipasi yang akan terjadi di lapangan pada saat bimtek. Selain itu, kegiatan ini dilakukan berjenjang dari KPU RI ke KPU Provinsi, dari KPU Provinsi ke KPU Kabupaten/Kota, dari KPU Kabupaten/Kota ke PPK/PPS dan selanjutnya dari PPK/PPS ke KPPS. Sedangkan dalam pengarahannya Betty menyampaikan bahwa ada 3 poin utama yang harus disampaikan kepada KPPS yaitu pertama, pelayanan pemilih DPT,  DPTb, dan DPK, kedua adalah jenis-jenis logistik yang di terima KPPS dan logistik yang harus kembali disampaikan ke KPU, dan ketiga terkait  mekanisme pemungutan dan penghitungan suara, termasuk penggunaan aplikasi SIREKAP. Turut hadir sebagai narasumber  pada kegiatan ini adalah Widyaiswara Puslatbang PKASN LAN, Tenaga Ahli KPU serta Tim Penyusun Modul KPU.(phms)  


Selengkapnya
457

Anggota KPU RI Yulianto Sudrajat Tinjau Kesiapan Logistik Pemilihan Serentak Tahun 2024 di KPU Kabupaten Gunungkidul

diy.kpu.go.id - Selasa, 22 Oktober 2024 – Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi, Sekretaris KPU DIY Tri Tujiana serta Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Logistik Bambang Gunawan mendampingi Anggota KPU RI Yulianto Sudrajat melakukan kunjungan ke KPU Kabupaten Gunungkidul untuk memantau kesiapan logistik Pemilihan Serentak Tahun 2024. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Kabupaten Gunungkidul. Kunjungan dimulai di Gudang Logistik KPU Kabupaten Gunungkidul, di mana Yulianto Sudrajat melakukan pengecekan langsung terhadap kotak suara. Ia memeriksa secara detail jumlah, kondisi material, dan kesiapan distribusi kotak suara yang akan digunakan pada Pemilihan mendatang.  “Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada kendala logistik yang bisa mengganggu jalannya Pemilihan. Setiap kotak suara harus dalam kondisi prima dan tersedia sesuai kebutuhan,” ujar Yulianto Sudrajat. Setelah memeriksa kotak suara, Yulianto Sudrajat melanjutkan pengecekan logistik lainnya. Fokus utama kali ini adalah memeriksa formulir, sampul, segel, dan cable ties. Ia menekankan pentingnya memastikan kualitas dan kuantitas setiap item sesuai dengan kebutuhan. Dalam arahannya, Yulianto meminta agar logistik yang sudah datang segera diperiksa, disortir, dan dipacking, tanpa harus menunggu semua perlengkapan datang seluruhnya terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari potensi keterlambatan distribusi. “Proses sortir dan pengepakan jangan ditunda. Ini akan membantu mempercepat persiapan dan memastikan bahwa semua logistik siap tepat waktu,” tegasnya. Selain itu, Yulianto mengingatkan untuk memeriksa dengan cermat penulisan pada formulir-formulir Pemilihan. Kesalahan ketik atau cetak, meskipun kecil, sering kali baru terdeteksi saat proses packing, yang bisa menghambat kelancaran distribusi. “Teliti dari awal untuk menghindari masalah di akhir. Pengecekan awal sangat penting agar logistik siap tanpa ada masalah,” tambahnya. Yulianto Sudrajat kemudian mengunjungi area kerja tenaga lipat surat suara yang sudah dipersiapkan oleh KPU Kabupaten Gunungkidul. Di sini, ia memantau langsung proses pelipatan surat suara yang tengah berlangsung. Yulianto juga berdialog dengan para tenaga lipat, menanyakan kendala yang mereka hadapi dan memberikan apresiasi atas kinerja mereka. Dalam kesempatan tersebut, Yulianto juga turut memeriksa hasil lipatan surat suara untuk memastikan bahwa semuanya dilipat dengan rapi dan sesuai standar. Dalam kesempatan ini, Yulianto memberikan beberapa saran untuk mempercepat proses pelipatan tanpa mengorbankan kualitas. “Kecepatan dan ketelitian harus berjalan beriringan. Pastikan semuanya sesuai standar yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(phms)  


Selengkapnya
570

KPU DIY Lakukan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di Daerah Rawan Bencana

diy.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) melakukan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di Daerah Rawan Bencana, di Aula Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Kamis (17/10/2024).  Acara ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi resiko bencana Merapi pada pelaksanaan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilkada) Sleman, terutama pada masa pemungutan suara di tanggal 27 November 2024. Menurut Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU DIY, Sri Surani menyampaikan bahwa belajar dari Pilkada di tahun 2020, bencana Merapi pernah menyebabkan pemindahan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Oleh karena itu, berbagai macam upaya antisipasi untuk memastikan keselamatan pemilih harus dilakukan dalam hal terjadi force majeure karena bencana. Dalam rangka tanggap kebencanaan itu juga, Pemerintah Kalurahan Glagaharjo melalui Cariknya, Joko Purwanto, meminta agar dilakukan peninjauan dalam hal di setiap TPS membutuhkan alat pemantauan Merapi.  Sementara, Indra Baskoro Adi, dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta yang bertindak sebagai narasumber, dalam paparannya menyampaikan kekhususan Kawasan Rawan Bencana Merapi. Acara ini diikuti oleh tokoh masyarakat di Glagaharjo, yang berasal dari berbagai kelompok segmen pemilih. Menurut Kepala Bagian Perencanaan, Data, Informasi, Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Hubungan Masyarakat, dan SDM KPU DIY, Analis Primadani, para tokoh ini diharapkan nantinya dapat meneruskan informasi yang diterima dalam kegiatan pada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Selain membahas informasi khusus daerah bencana, dalam kesempatan ini masyarakat juga diingatkan untuk menolak politik uang, memastikan keluarganya terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Pilkada 2024, dan untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak.(phms)


Selengkapnya
466

Dalam Rangka Distribusi Logistik Tahap 2 dan Persiapan Pemungutan Suara, KPU DIY Selenggarakan Rapat Koordinasi

diy.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan dan Pengelolaan Logistik Pemilihan Tahun 2024 di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (12/10/2024). Dalam kegiatan ini, hadir Ketua, Anggota, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional serta Pelaksana di Lingkungan Bagian Keuangan Umum dan Logistik KPU DIY. Hadir pula Ketua, Anggota dan Sekretaris beserta Kepala Sub Bagian Keuangan Umum dan Logistik Sekretariat KPU Kabupaten/Kota se-DIY serta Stakeholder terkait. Rakor dibuka oleh Anggota KPU DIY, Moh. Zaenuri Ikhsan, yang menyampaikan bahwa Pilkada akan dilaksanakan tanggal 27 November 2024 memiliki kemungkinan adanya potensi cuaca yang tidak kondusif. Sehingga perlu dilakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menyiapkan mitigasi terkait gangguan cuaca yang bisa menjadi kendala terkait distribusi tahap 2. Sekretaris KPU DIY, Tri Tujiana menjelaskan bahwa logistik saat ini sudah diproses baik tahap 1 maupaun tahap 2. Sedangkan surat suara saat ini sedang proses cetak di Bogor yang pengirimannya direncanakan pada tanggal 14 atau 15 Oktober 2024. Untuk logistik lainnya saat ini sudah disimpan di gudang logistik Kabupaten/Kota, yang akan didistribusikan H-1 atau H-2 sebelum Pilkada. Logistik perlengkapan pemungutan suara tahap 1 yang sudah disimpan di Kabupaten/Kota, antara lain Kotak Suara, Tinta, Segel, Segel Plastik, Bilik, Formulir C Hasil Plano, Formulir C Hasil Salinan, Sampul Kubus, Sampul Biasa, Sampul C Hasil dan DPC. Sedangkan pengadaan logistik Tahap 2 seperti Surat Suara, Surat Suara PSU dan Alat Bantu Tunanetra akan segera dikirim. “Kami mohon informasi dan masukan kepada Stakeholder, bulan November sudah memasuki musim penghujan. Saat hari H kami mohon dikondisikan suplai listrik dan semuanya sehingga wilayah tersebut kondusif”, lanjut Tri Tujiana.  Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi dalam paparannya menekankan poin bahwa  walapun di DIY tidak ada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, tetap kita perlu menyamakan persepsi dengan Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada. Hal ini disebabkan karena beberapa kebutuhan logistik akan dikelola di Kabupaten/Kota.(umlog)


Selengkapnya