Berita Terkini

482

KPU DIY Laksanakan Rapat Pleno Laporan Pertanggungjawaban Pengguna Anggaran Bulan Oktober 2021

diy.kpu.go.id – sebagai wujud keterbukaan dan pertanggungjawaban, Sekretariat kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali laksanakan rapat Pleno Laporan Pertanggungjawaban Pengguna Anggaran (LPPA) Bulan Oktober 2021. Rapat ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 19 November 2021. Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua  dan Anggota KPU DIY, Sekretaris KPU DIY, Kepala Bagian di lingkungan KPU DIY, Pejabat Pembuat Komitmen KPU DIY , dan Staf Keuangan di lingkungan KPU DIY.   Rapat Pleno LPPA dibuka dan dipimpin oleh Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan. Selanjutnya Sekretaris KPU DIY, Muhammad Hasyim menyampaikan realisasi anggaran bulan Oktober 2021. Sedangkan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran APBN bulan Oktober Tahun 2021 disampaikan oleh Srimulyani selaku Kepala Bagian Keuangan, Umum, dan Logistik. Dalam rapat ini juga dilakukan pembacaan Rekapitulasi Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran APBN dan Hibah Kabupaten/Kota se-DIY serta tanya jawab dari komisioner kepada Sekretaris KPU DIY terkait hal-hal teknis yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan.(KUL)   


Selengkapnya
844

Pemeliharaan/maintenance website KPU DIY

Sehubungan dengan adanya migrasi template website KPU DIY, maka untuk sementara website KPU DIY belum dapat diakses secara utuh. Untuk mendapatkan info terbaru kegiatan KPU DIY, dapat mengakses media sosial kami di @kpudiy.


Selengkapnya
849

SPIP Sebagai Way Of Life Lembaga KPU

diy.kpu.go.id - Dalam mencapai tujuan lembaga, diperlukan perkiraan atau mitigasi terhadap risiko yang akan dihadapi dalam prosesnya. Demikian disampaikan Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan pada Workshop Penyusunan Penilaian Risiko dan Laporan Tahuan di Lingkungan KPU DIY dan KPU Kabupaten/Kota se-DIY. Hamdan menambahkan bahwa berdasarkan rencana strategis yang telah disusun, KPU harus menyertakan antisipasi risiko yang akan dihadapi. Sehingga KPU mempunyai perkiraan penanggulangan risiko tersebut, terutama ketika masuk dalam masa tahapan Pemilu. Terlebih lagi, DIY masuk dalam daerah rawan bencana alam yang sangat berpotensi mengganggu dan menghambat pelaksanaan tahapan. Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara daring, pada Jumat (12/11) yang menghadirkan narasumber Drs. Adiwijaya Bakti selaku Inspektur Wilayah II, serta jajaran dari Inspektorat KPU RI. Peserta workshop adalah Ketua, Anggota Sekretaris beserta jajaran Sekretariat KPU DIY dan KPU Kabupaten/Kota. Dalam sesi materi, narasumber utama, Drs. Adiwijaya Bakti menyampaikan materi penilaian risiko/ risk assessment. Adiwijaya mengungkapkan bahwa SPIP harus dijadikan way of life lembaga KPU, sebagai bentuk kewaspadaan dalam bertindak, berpikir, mempertimbangkan dalam pencapaian tujuan lembaga. Upaya pencapaian tujuan diuraikan dalam perencanaan strategis yang dioperasionalkan melalui strategi operasional dan penilaian risiko. Dari penilaian risiko, dapat diketahui kejadian-kejadian yang menghambat pencapaian tujuan. Kemudian risiko dipetakan, dinilai dan kemudian dirumuskan bagaimana cara untuk menanggulanginya. Adiwijaya mengingatkan bahwa meskipun telah mampu memprediksi risiko, tetapi tidak menutup organisasi tetap menghadapi kendala. Tetapi dengan adanya prediksi risiko tersebut, maka organisasi mampu meminimalkan dampak dari kendala. Selain itu, di masa pandemi ini, KPU harus mampu mengukur dampak yang dapat ditanggung kapasitas organisasi. Terutama dalam menghadapi Pemilu serentak di Tahun 2024, banyak hal yang perlu diantisipasi oleh KPU dalam penanganan kendala. Sehingga penting sekali untuk disadari bahwa proses penuangan kegiatan di rencana strategis KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota harus selaras, kemudian mendukung sepenuhnya rencana strategis KPU Republik Indonesia.(hth)


Selengkapnya
507

KPU DIY Laksanakan Bimbingan Teknis Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi

diy.kpu.go.id – Sebagai salah satu upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bidang pengelolaan keuangan dalam penggunaan teknologi informasi,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan Bimbingan Teknis Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) KPU se DIY (03/11/2021). Bimtek diikuti oleh pejabat dan staf pengelola keuangan di tingkat DIY dan Kabupaten/Kota se-DIY. Hadir sebagai narasumber bimtek adalah Srihartati dan David Surya Pratama. Keduanya dari  Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Yogyakarta. Bimtek dibuka oleh Sekretaris KPU DIY, Muhammad Hasyim. Dalam pembukaan Hasyim menyampaikan bahwa aplikasi SAKTI ini merupakan hal baru dalam pengelolaan keuangan pada sebuah istansi. Oleh karena itu, Hasyim meminta agar semua peserta berperan aktif dalam kegiatan.(kul)  


Selengkapnya
142

KPU DIY Lakukan Peluncuran dan Bedah Buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana”

diy.kpu.go.id – Kamis, (07/10) KPU DIY mengadakan Peluncuran dan Bedah Buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana” yang ditulis oleh Hamdan Kurniawan. Bencana dimaksud adalah Covid 19 dan Erupsi Gunung Merapi yang dihadapi oleh warga DIY di tahun 2020 silam. Ketua KPU RI, Ilham Saputra, dalam sambutan dan pembukaan acara mengatakan, “Penyelenggaraan Pilkada dilakukan di masa Pandemi Covid 19. Pandemi Ini mengganggu proses tahapan Pilkada, sehingga tahapan ditunda selama tiga bulan. Akibatnya harus diatur ulang tahapannya. Apalagi Jogja sendiri ada 2 bencana, yaitu Gunung Merapi dan Covid 19. Tentu ini menjadi catatan tersendiri.” Mengawali bedah dan diskusi, Hamdan Kurniawan, Ketua KPU DIY dan penulis buku ini, menginformasikan kalau di dalam buku terdapat 15 judul tulisan yang memotret tahapan Pemilihan. Hamdan juga mengatakan kalau dalam buku yang dia tulis ini terdapat beberapa dinamika kasus. Terutama dalam konteks Pandemi Global, pelaksanaan Pilkada, dan persoalan putusan Mahkamah Konstitusi menyinggung kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya para narasumber, yaitu Zulfikar Arse Sadikin (Anggota Komisi II DPR RI), Arief Budiman (Anggota KPU RI), dan Nanang Trenggono (Akademisi Universitas Lampung) berturut-turut menyampaikan tanggapan mereka atas buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana” ini. Dalam tanggapannya, Zulfikar Arse Sadikin mengatakan “Ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari buku Bung Hamdan Diantaranya, buku ini merupakan dokumentasi atau rekaman terhadap peristiwa yang dihadapi saat ini. Juga memberikan gambaran kepada kita secara umum masalah-masalah yang dihadapi oleh penyelenggara atau kita semua dari periode ke periode, dari Pemilu ke Pemilu, yang sebenarnya hampir sama”. Selanjutnya dalam tanggapannya, Nanang Trenggono, menyampaikan kalau dalam buku tersebut dapat melihat karakter tulis dari Hamdan sebagai penulis. Menurutnya Hamdan mempunyai karakter tulis akademisi. Sedangkan Arief Budiman mengatakan, “Menurut saya buku ini menggambarkan bagaimana situasi Covid 19 sebagai culture baru dalam penyelenggaraan Pemilu. Angka partisipasi naik menjadi 76.09 persen, berarti pemilih kita mematuhi segala peraturan yang ditetapkan. Ada culture baru Pemilu bagi peserta kampanye yang tidak turun ke jalan, tata cara penyelenggaraan digambarkan melalui aksi heroik petugas penyelenggara bagaimana menghadapi pemilih yang terpapar Covid 19”. Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting ini dihadiri oleh KPU RI, KPU Provinsi seluruh Indonesia, KIP Provinsi Aceh, Bawaslu DIY, jajaran KPU DIY, KPU Kabupaten/Kota se-DIY serta instansi lain terkait. Antusiasme peserta bedah buku dan diskusi terlihat dari munculnya pertanyaan kepada Ahmad Shidqi, moderator dan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY. Dokumentasi pelaksanaan bedah buku dapat diunduh di tautan ini. Sedangkan softcopy buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana” dapat diunduh di tautan ini (hth)


Selengkapnya
519

Knowledge Sharing “Buku Pemilihan 2020 Dalam Angka”

diy.kpu.go.id - Selasa (05/10), Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengadakan Knowledge Sharing. Acara ini merupakan kegiatan yang diadakan dua mingguan. Knowledge Sharing diikuti oleh seluruh jajaran KPU DIY dan KPU Kabupaten/Kota se-DIY dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Arry Dharmawan, Kepala Sub Bagian Program dan Data, selaku narasumber pada kegiatan ini menyampaikan bahwa Buku Pemilihan 2020 dalam Angka disajikan secara kuantitatif sebagai catatan untuk membandingkan penyelenggara Pemilihan 2020 di tiga KPU Kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Buku ini diharapkan juga dapat memudahkan orang dalam mencari data untuk melakukan riset. Arry mengatakan, “Buku ini memuat penjelasan dalam angka tahapan Pemilihan 2020 yang terdiri dari tahapan pemutakhiran daftar pemilih yang dijelaskan secara lengkap dari jumlah laki-laki dan perempuan; tahapan pembentukan badan adhoc yang memuat semua informasi mengenai badan adhoc, rentan usia, jenis kelamin; tahapan pencalonan Pemilihan tahun 2020 yang memuat calon Bupati dan Wakil Bupati beserta Partai pengusungnya; tahapan kampanye yang memuat alat peraga, bahan kampanye, iklan layanan masyarakat dan debat publik; tahapan  laporan dana kampanye dan laporan audit dana kampanye; tahapan sosialisasi Pemilihan Tahun 2020 yang memuat persentase partisipasi pemilih baik perempuan maupun pemilih disabilitas, penataan alat dan jenis bahan sosialisasi; tahapan logitik yang memuat logistik di luar kotak dan logistik di dalam kotak suara; dan tahapan tungsura yang menyajikan persebaran perolehan suara berbasis Kapanewon”. Antusiasme para peserta dalam kegiatan ini tetlihat dari adanya beberapa masukan terkait Buku Pemilihan 2020 dalam Angka. Salah satunya, pemilih di Shelter Covid-19 dan jumlah penyelenggara pemilu yang terkena Covid-19 karena pada saat pelaksanaan Pemilihan 2020 ditengah pandemi Covid-19. Wawan Budiyanto selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi menyampaikan pernyataan penutup bahwa angka-angka pada buku ini dapat mendorong kita semua untuk melihat dan membandingkan penyelenggaraan Pemilihan pada tiga wilayah, yakni Sleman, Bantul, dan Gunungkidul. Yang membedakan dengan Pemilihan ini dengan yang lainnya adalah, pelaksanaan Pemilihan dilakukan pada masa “pagebluk”. Terhadap masukan dari peserta rapat, seperti arti filosofi dari setiap maskot penyelenggara Pemilihan, akan menjadikan perbaikan untuk kesempurnaan Buku Pemilihan 2020 dalam Angka.(hth)  


Selengkapnya