Perkuat Keamanan Data, KPU DIY adakan Knowledge Sharing SMKI

Yogyakarta, diy.kpu.go.id — Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) melaksanakan Knowledge Sharing dengan tema Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang dilaksanakan secara daring, Selasa (28/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran di KPU DIY dan KPU Kabupaten/Kota se-DIY.

Membuka acara resmi Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi. Dalam sambutannya Shidqi menyampaikan bahwa tema SMKI diangkat pada Knowledge Sharing kali ini karena KPU merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan data. Hal ini perlu disadari bersama, mengingat KPU mengolah berbagai jenis data penting. Pertama, data kependudukan yang menjadi dasar penyelenggaraan pemilu, karena pada hakikatnya negara terdiri dari penduduk yang memiliki hak pilih. Kedua, KPU juga mengelola data terkait jabatan-jabatan publik strategis, mulai dari calon anggota legislatif hingga calon presiden. Ketiga, KPU turut mengelola data keuangan melalui laporan dana kampanye peserta pemilu. Dengan cakupan dan sensitivitas data tersebut, aspek keamanan data menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, diperlukan sistem perlindungan data yang kuat serta kolaborasi dan berbagi pengetahuan terkait keamanan data.

Pemaparan materi dimoderatori oleh Kepala Sub Bagian Perencanaan, Data dan Informasi KPU DIY,  Arry Dharmawan T.P dengan pemateri Sitaresmi Wisunarni Asih, Penata Kelola Pemilu Ahli Pertama dan Aditya Wahyu Prasetyo, Pranata Komputer Ahli Pertama.

Dalam materi disampaikan terkait pencegahan yang dapat dilakukan guna menghindari dampak negatif dari gangguan keamanan informasi yang lebih utama adalah self-awareness atau kesadaran diri untuk melindungi data, dimulai dari data pribadi.  Disampaikan juga terkait phising atau upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan dan contoh-contohnya serta cara melindungi diri dari phising.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan berbagi pengalaman terkait phising dari peserta. Ke depan, akan dilaksanakan Knowledge Sharing lanjutan terkait peta risiko untuk mencegah kebocoran data.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 11 Kali.