PENTINGNYA GENERASI MUDA DALAM PEMILIHAN UMUM

PENTINGNYA GENERASI MUDA DALAM PEMILIHAN UMUM

Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa dengan ide-ide ataupun  gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.

Sebagai generasi muda hendaknya mereka menyadari bahwa di tangan merekalah harapan bangsa Indonesia dipertaruhkan. Melihat dari potensi yang melekat pada generasi muda, sudah selayaknya para pemuda Indonesia terjun untuk ikut serta dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan nasional

Peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan nasional dapat memberikan dampak positif  bagi pertumbuhan bangsa, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu).

Para generasi muda harus diberikan pemahaman bahwa memberikan hak suara dalam Pemilu sangat penting, sebab hak suara merekalah yang menentukan pemimpin sebagai penentu kebijakan, yang nantinya kebijakan itu berdampak pada mereka juga.

Sebagai pemuda yang peduli akan tanah kelahirannya, sudah semestinya pemuda tidak lagi menjadi penonton yang baik, yang siap menerima setiap keputusan yang ada seolah-olah tidak peduli dengan siapapun yang akan memimpin,  bagaimana program kerjanya dan bagaimana pula dengan janji politik yang telah dijanjikannya sewaktu kampanye.

Dalam ajang Pemilu inilah para pemuda harus mengambil peran. Bukan hanya berdiam diri saja dan bersikap tak acuh yang bisa menjadikan para pemuda apatis. Mengutip kutipan dari Soe Hok Gie “hanya ada dua pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus, tetapi aku memilih untuk merdeka”.

Begitulah seharusnya pemuda, mampu berdiri sendiri dalam posisi tawar, tidak mempunyai kepentingan dan menguntungkan diri sendiri. Tetapi tetap jeli dan kritis pada politik daripada hanya sekedar komen-komen ‘pedas’ di media sosial bahkan cenderung saling menjatuhkan.

Kontestasi politik ini harus dibenahi oleh tangan pemuda yang kaya akan ide dan gagasan agar makna demokrasi dan politik dapat diselamatkan. Bukan dengan acuh tak acuh alias golput.

Hal penting yang harus diketahui oleh para generasi muda adalah bahwa Pemilu bukan semata-mata hanya peristiwa politik atau hanya sekedar memilih untuk menggugurkan kewajiban. Tetapi Pemilu merupakan bagian dari perbaikan sosial dan ekonomi, mengangkat citra bangsa Indonesia di mata dunia.

Kontribusi pemuda dalam menyongsong pesta demokrasi sehat dalam setiap Pemilu sangatlah diperlukan. Namun sayangnya, banyak pemuda saat ini yang acuh terhadap politik. Mereka terdogma bahwa politik cenderung berstigma buruk, terlebih banyaknya berita dari media yang menyebutkan banyaknya kasus penyelewengan wewenang oleh oknum-oknum politik.

Berdasarkan hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia dan Lembaga Survei The Republic Institute, pemilihan di Pilkada serentak 2018 lalu tingkat partisipasi pemilih masih tergolong rendah.

Di Jawa Timur misalnya, partisipasi pemilih hanya ada di angka 62,23% dengan margin of error 1,33%. Demikian juga halnya di Jawa Barat (67,83%) dan Sumatera Utara (68,54%).

Sementara untuk Kota Yogya sendiri, pada Pilkada tahun 2017 lalu data dari Komisi Pemiihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta, persentase pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya mencapai sekitar 30%.

Untuk itu, sebagai generasi muda sudah seharusnya bisa memberikan pandangan yang lebih baik tentang Pemilu ke depannya lebih baik lagi dan menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Bahkan keterlibatan pemuda dalam Pemilu sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2008 Pasal 17 ayat (3). Di dalam UU tersebut disebutkan bahwa peran aktif pemuda sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan salah satunya adalah pendidikan politik dan demokratisasi.

Keterlibatan pemuda dalam berpartisipasi akan sangat memberikan arti bagi proses penyelenggaraan pemilu yang berjalan dengan aman damai dan demokratis. Pemuda sebagai ikon perubahan harus dapat memanajemen proses demokrasi dalam pemilu kearah yang lebih baik dari sebelumnya, yaitu pemilu yang tanpa ada suap sana sini.

Sudah saatnya  kaum pemuda ‘melek’ politik agar mengetahui kondisi dan situasi di negeri ini. Pemuda tidak boleh acuh tak acuh. Ir. Soekarno pernah mengatakan, “seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”.

Yang perlu ada hanyalah dimana pemuda dapat mengubah semua sistem pemilu yang sudah membudaya yaitu dengan adanya money politic atau suap menjadi Pemilu yang bebas dari suap. Serta para pemuda harus mengubah sistem Pemilu dengan menunjukkan moral, etika politik yang sehat dalam proses Pemilu yang demokrasi, tanpa adanya aksi-aksi politik yang kotor yang tidak sesuai dengan asas demokrasi.

Idealisme yang dimiliki pemuda dapat menjadi modal dasar untuk menentukan pilihannya terhadap berbagai calon pemimpin. Dalam memilih calon pemimpin seharusnya pemuda menggunakan pertimbangan rasional serta kritis dalam menilai seorang figur.

Semua calon pemimpin yang dipilih pemuda tentu dilihat dari berbagai faktor pertimbangan, seperti dari sisi visi-misi calon, track record calon, maupun sikap dan perilaku calon dalam menjalani aktivitasnya. Oleh karena itu, apa yang dipilih oleh pemuda dalam Pemilu berpotensi melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Jadikanlah hak pilih kita menjadi bermanfaat untuk masa depan bangsa. Sebagai masyarakat yang berdaulat sudah seharusnya bisa memberikan yang terbaik terhadap bangsa dan negara.

Tak sampai di situ, kini para pemuda pun memiliki kesempatan lebih luas untuk menjadi penyelenggara Pemilu, dalam hal ini sebagai anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, usia minimal adalah 17 tahun.

Dengan adanya UU tersebut sudah semestinya para generasi muda memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mendedikasikan diri dalam proses demokrasi mengingat pemuda masih memiliki semangat tinggi dan idealisme yang masih terjaga.

Selanjutnya, peran para generasi muda tidak selesai sampai disitu, justru sebaliknya, ini adalah titik awal generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa ini. Generasi muda harus mengawal pembangunan bagi pemimpin yang nantinya terpilih. Kembali, Indonesia akan ditentukan oleh generasi mudanya.

Mari kita sukseskan setiap ajang Pemilu dengan berpartisipasi aktif dan bekerjasama dengan pengelenggara Pemilu demi mewujudkan Pemilu yang adil dan sportif. (Ruli Febryanto/Amanda R)