KPU DIY Lakukan Peluncuran dan Bedah Buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana”

KPU DIY Lakukan Peluncuran dan Bedah Buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana”

diy.kpu.go.id – Kamis, (07/10) KPU DIY mengadakan Peluncuran dan Bedah Buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana” yang ditulis oleh Hamdan Kurniawan. Bencana dimaksud adalah Covid 19 dan Erupsi Gunung Merapi yang dihadapi oleh warga DIY di tahun 2020 silam.

Ketua KPU RI, Ilham Saputra, dalam sambutan dan pembukaan acara mengatakan, “Penyelenggaraan Pilkada dilakukan di masa Pandemi Covid 19. Pandemi Ini mengganggu proses tahapan Pilkada, sehingga tahapan ditunda selama tiga bulan. Akibatnya harus diatur ulang tahapannya. Apalagi Jogja sendiri ada 2 bencana, yaitu Gunung Merapi dan Covid 19. Tentu ini menjadi catatan tersendiri.”

Mengawali bedah dan diskusi, Hamdan Kurniawan, Ketua KPU DIY dan penulis buku ini, menginformasikan kalau di dalam buku terdapat 15 judul tulisan yang memotret tahapan Pemilihan. Hamdan juga mengatakan kalau dalam buku yang dia tulis ini terdapat beberapa dinamika kasus. Terutama dalam konteks Pandemi Global, pelaksanaan Pilkada, dan persoalan putusan Mahkamah Konstitusi menyinggung kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya para narasumber, yaitu Zulfikar Arse Sadikin (Anggota Komisi II DPR RI), Arief Budiman (Anggota KPU RI), dan Nanang Trenggono (Akademisi Universitas Lampung) berturut-turut menyampaikan tanggapan mereka atas buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana” ini. Dalam tanggapannya, Zulfikar Arse Sadikin mengatakan “Ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari buku Bung Hamdan Diantaranya, buku ini merupakan dokumentasi atau rekaman terhadap peristiwa yang dihadapi saat ini. Juga memberikan gambaran kepada kita secara umum masalah-masalah yang dihadapi oleh penyelenggara atau kita semua dari periode ke periode, dari Pemilu ke Pemilu, yang sebenarnya hampir sama”.

Selanjutnya dalam tanggapannya, Nanang Trenggono, menyampaikan kalau dalam buku tersebut dapat melihat karakter tulis dari Hamdan sebagai penulis. Menurutnya Hamdan mempunyai karakter tulis akademisi. Sedangkan Arief Budiman mengatakan, “Menurut saya buku ini menggambarkan bagaimana situasi Covid 19 sebagai culture baru dalam penyelenggaraan Pemilu. Angka partisipasi naik menjadi 76.09 persen, berarti pemilih kita mematuhi segala peraturan yang ditetapkan. Ada culture baru Pemilu bagi peserta kampanye yang tidak turun ke jalan, tata cara penyelenggaraan digambarkan melalui aksi heroik petugas penyelenggara bagaimana menghadapi pemilih yang terpapar Covid 19”.

Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting ini dihadiri oleh KPU RI, KPU Provinsi seluruh Indonesia, KIP Provinsi Aceh, Bawaslu DIY, jajaran KPU DIY, KPU Kabupaten/Kota se-DIY serta instansi lain terkait. Antusiasme peserta bedah buku dan diskusi terlihat dari munculnya pertanyaan kepada Ahmad Shidqi, moderator dan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY.

Dokumentasi pelaksanaan bedah buku dapat diunduh di tautan ini. Sedangkan softcopy buku “Pilkada di Tengah Dua Bencana” dapat diunduh di tautan ini (hth)