COKLIT (PENCOCOKAN DAN PENELITIAN): APA DAN BAGAIMANA?

COKLIT (PENCOCOKAN DAN PENELITIAN): APA DAN BAGAIMANA?

Proses awal yang dilaksanakan dalam pemutakhiran daftar pemilih Pemilu Tahun 2019 adalah pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih oleh Panitia Pemutakhiran Daftar Pemilih (Pantarlih). Proses pencocokan dan penelitian  kepada  pemilih  dilakukan dari rumah ke rumah dimulai pada tanggal 17 April 2018 sampai dengan 17 Mei 2018. Pelaksanaan Coklit ini dilakukan secara serentak yang diawali dengan apel siaga Pantarlih di setiap Kecamatan/ Kelurahan/ Desa. Dalam melaksanakan tugasnya, Pantarlih berpedoman pada Buku Kerja Pantarlih yang mengatur tentang tata cara kerja dan alur pemutakhiran data yang harus dilakukan. Berikut ini merupakan alur dan tatacara pelaksanaan Coklit :

  • Pantarlih meminta kepala keluarga dan/ atau anggota keluarga untuk menunjukkan dokumen kependudukan (KTP-el/ Surat Keterangan dan Kartu Keluarga) yang dimiliki.
  • Pantarlih membacakan atau menunjukkan nama-nama anggota keluarga pemilik rumah yang sedang dicoklit yang terdaftar di dalam Model A-KPU.
  • Pantarlih meminta kepala keluarga atau anggota keluarga yang didatangi untuk memeriksa nama-nama anggota keluarga yang terdaftar dalam Model A-KPU dan kebenaran informasi di dalamnya.
  • Teliti kebenaran informasi antara daftar pemilih yang ada di A-KPU dengan dokumen kependudukan yang ditunjukkan oleh kepala keluarga atau anggota keluarga yang dikunjungi
  • Jika terdapat informasi data pemilih yang dianggap tidak akurat, salah atau tidak lengkap maka Pantarlih memperbaiki atau melengkapi data tersebut berdasarkan KK atau KTP-el/Surat Keterangan pemilih
  • Pantarlih memastikan kembali apakah masih terdapat anggota keluarga yang belum terdaftar. Jika terdapat anggota keluarga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, catat dalam Model A.A-KPU berdasarkan Kartu Keluarga atau KTP-el pemilih.
  • Pantarlih menanyakan apakah ada anggota keluarga yang penyandang disabilitas, dan catat anggota keluarga yang menyandang disabilitas tersebut ke dalam kolom keterangan sesuai dengan jenis disabilitasnya.
  • Pantarlih juga menanyakan apakah ada anggota keluarga yang terdaftar dalam Model A-KPU tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih karena telah meninggal dunia, pindah domisili, menjadi anggota TNI/POLRI.
  • Jika terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, Pantarlih mencoret pada kolom pemilih tersebut dan mencatat alasan pencoretan pada kolom keterangan.
  • Daftarkan anggota keluarga  yang akan berumur  17  tahun pada hari pemungutan suara dan anggota keluarga yang belum cukup umur tapi sudah atau pernah menikah yang belum terdaftar ke dalam Model A.A-KPU.
  • Pantarlih harus memulai coklit minimal 5 rumah pada tanggal 17 April 2018 dalam rangka gerakan coklit serentak.
  • Setelah melakukan coklit, pantarlih memberikan bukti berupa Formulir A.1-KPU dan  A.A.2-KPU ( sticker )
  • Untuk Formulir A.A.2-KPU ( sticker ) ditempelkan dibagian depan rumah sebagai bukti terdaftar

Hasil dari pelaksanaan Coklit oleh Pantarlih ini kemudian dijadikan sebagai bahan untuk penyusunan Daftar Pemilih Sementara ( DPS ). Sebelum ditetapkan menjadi DPS oleh KPU Kabupaten/ Kota, ditingkat PPS dan PPK daftar pemilih ini bernama Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran ( DPHP). Tahapan penyusunan DPHP ditingkat PPS berlangsung dari tanggal 18 Mei 2018 – 8 Juni 2018, sedangkan ditingkat PPK dimulai tanggal 9 Juni 2018 – 14 Juni 2018. Dalam menyusun DPHP, PPS dan PPK melakukan rekapitulasi berdasarkan hasil Coklit  yang meliputi:

  • Pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dikarenakan meninggal dunia, ganda, di bawah umur, pindah domisili, tidak dikenal, TNI, Polri, hilang ingatan (sakit jiwa), hak pilih dicabut, bukan penduduk, dan pemilih yang pindah TPS dalam Desa/Kelurahan yang sama
  • Pemilih yang mengalami perubahan elemen data pemilih karena adanya perbaikan atau koreksi data
  • Pemilih baru yang dicatat oleh Pantarlih

Setelah dilakukan dilakukan rekapitulasi DPHP secara bertingkat oleh PPS dan PPK, ditingkat KPU Kabupaten/ Kota DPHP ditetapkan mejadi DPS. Penetapan DPS ini dilakukan dalam formulir model A.1-KPU ( by name DPS ), A.1.1-KPU ( rekap DPS ) dan A.C.3-KPU (pemilih yang belum ber KTP Elektronik ). Pelaksanaan penetapan DPS ditingkat KPU Kabupaten/ Kota se DIY dilaksanakan sesuai tahapan yaitu pada tanggal 15 – 17 Juni 2018 dalam Rapat Pleno Terbuka dengan mengundang Peserta Pemilu, Instansi Pemerintah terkait dan Media. Pada tingkat Provinsi, KPU DIY melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi. (Kurnia Pramuditya)