Literasi Digital bagi Group Media Sosial

Beberapa hari yang lalu, kita dikejutkan oleh berita yang viral di media sosial tentang pelemparan batu oleh seseorang terhadap ambulan di kawasan Piyungan Bantul Yogyakarta. Setelah melalui proses pelacakan yang intensif akhirnya Polisi berhasil menangkap pelakunya. Dari hasil pemeriksaan awal oleh Polisi terungkap bahwa motivasi pelempar batu tersebut adalah didasari oleh adanya informasi yang beredar di media sosial tentang ambulan kosong yang berjalan dengan menghidupkan sirine agar menciptakan kepanikan sosial di tengah-tengah masyarakat. Padahal, informasi di media sosial tersebut tidak jelas sumber dan kebenaranya, namun sudah ditelah mentah-mentah oleh seseorang dan celakanya juga telah menyebabkan dia bertindak melangar hukum.

Kasus di atas adalah salah satu dari sekian peristiwa sosial yang terjadi akibat dari informasi bohong seputar covid 19 yang kini banyak berseliweran di media sosial. Jauh sebelum ini, tepatnya saat pelaksanaan Pemilu 2019 lalu juga tidak sedikit kita temui fenomena hoax di dunia maya yang berdampak terhadap kekacauan sosial di dunia nyata. Sebut saja kasus hoax tujuh container yang berisi surat suara yang sudah dicetak yang muncul di awal tahun 2019 menjelang pelaksaan Pemilu. Begitu juga hoax kecurangan pemilu yang bertubi-tubi disebarkan melalui media sosial pasca selesainya rekapitulasi perolehan suara tingkat nasional oleh KPU karena dilakukan malam hari. Semua berita bohong tersebut membuktikan bahwa media sosial ternyata tidak hanya menjadi alat penyebar informasi dan komunkasi an sich, melainkan telah menyisakan residu berupa berita bohong yang punya efek sosial cukup berbahaya bagi ketertiban sosial kehidupan nyata. Bila kasus hoax ambulan kosong telah mengakibatkan perusakan ambulan dan menimbulkan ketidak percayaan publik terhadap peningkatan kasus covid 19, maka kasus hoax kecurangan pemilu telah mengakibatkan munculnya masyarakat yang sampai hari ini masih belum bisa menerima dengan legowo hasil pemilu. Keduanya sama-sama disebabkan oleh berita bohong yang disebarkan melalui media sosial

Layanan E-PPID

Untuk Pelayanan Permohonan Informasi KPU DIY dapat mengklik tautan E-PPID dibawah ini.

Ubah Ukuran Font
Pengaturan Kontras
× Ada Yang Bisa Kami Bantu ?