BERKENALAN DENGAN SITUNG PEMILU 2019

SITUNG sebab sebagaimana telah disampaikan sebelumnya dan dalam DISCLAIMER laman infopemilu: data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yg disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS. Sehingga “apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan”. Dengan demikian, jika dirunut dari dokumen-dokumen yang terunggah di SITUNG, kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penghitungan suara sebelumnya akan dikoreksi pada penghitungan suara pada tingkat di atasnya.
Kesalahan manapun yang terjadi pada SITUNG, sebagaimana disebut di atas semata adalah human error. Bukan kesengajaan. Sebab kalau kesengajaan tentu yang akan dilakukan adalah manipulasi data entri dan pindai. Bukan salah satu di antara keduanya.
Untuk memahami kenapa kesalahan bisa terjadi dapat dilihat kembali panjangnya jam kerja pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan tersebut. Petugas KPPS misalnya, biasanya sudah siap di TPS sejak keberadaan kotak suara di TPS tempatnya bekerja, yaitu paling lambat tanggal 16 April malam. Para petugas ini kemudian melakukan tugas pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 17 April 2019 hingga selesai. Sebagaimana diatur dalam pasal 51 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2019, penghitungan suara dilakukan setelah pemungutan suara selesai serta berakhir paling lambat pukul 12.00 waktu setempat pada satu hari sejak hari Pemungutan Suara, dan dilakukan tanpa jeda. Artinya, hanya dapat dihentikan kalau sudah selesai. Dalam kondisi kelelahan, sangat dimungkinkan terjadi salah tulis. Jam kerja yang panjang tersebut juga dialami oleh Tim SITUNG.
Sayangnya, tidak semua pihak memahami dan mengerti kondisi tersebut. Akibatnya, sempat muncul narasi negatif terkait kesalahan di SITUNG. Salah satunya yang disebarkan oleh pengguna akun Facebook (sumber www.cekfakta.tempo.co, 2019) berikut:
Berdasarkan penelusuran tim www.cekfakta.tempo.co (2019) dan klarifikasi Tim SITUNG KPU, kesalahan di TPS 25 Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terjadi karena salah input operator. Kesalahan ini dapat diidentifikasi dari bedanya data yang terentri dengan data yang terpindai di SITUNG. Per hari Jumat, tanggal 19 April 2019, sekitar pukul 15.00 WIB, Tim SITUNG KPU Kabupaten Magelang telah melakukan koreksi sehingga jika dilihat pada laman www.infopemilu.kpu.go.id saat ini, sudah muncul angka yang sesuai antara entri dengan pindai C1.
SITUNG dan Penghitungan Suara
Penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan secara manual. Sebagaimana tersebut dalam regulasi, pelaksanaannya harus diikuti oleh pengawas pemilu dan saksi dari peserta pemilu dan dilakukan secara terbuka agar proses dan hasilnya dapat diketahui oleh masyarakat luas. Penghitungan suara dilakukan secara berjenjang mulai dari TPS hingga ke KPU RI.
Koreksi atas kesalahan penghitungan suara di setiap tingkat penghitungan suara adalah wewenang yang dimiliki penyelenggara pemilu dan hanya dapat dilakukan di forum rapat pleno terbuka yang dihadiri oleh saksi dari peserta pemilu dan pengawas pemilu.
Dengan demikian, Tim SITUNG jelas tidak memiliki kewenangan untuk melakukan koreksi atas kesalahan apapun dalam dokumen penghitungan suara. Sebabnya, SITUNG semata adalah sarana teknologi yang digunakan oleh KPU untuk menyebarluaskan informasi hasil penghitungan suara di setiap tingkatan, mulai dari TPS hingga ke Rekapitulasi di tingkat nasional. Bukan untuk mendahului ataupun menggantikan forum rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Fitri Hartati