MEDIA SOSIAL DAN POLITIK KAUM MUDA

Dalam era globalisasi komunikasi saat ini, peran media sosial sangatlah dibutuhkan oleh manusia untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya. Media sosial merupakan sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain secara online, yang memungkinkan penggunanya saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Media sosial memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat khususnya usia kaum muda yang menjadi konsumen utamanya. Pengaruh media sosial sebagai media komunikasi dimana penggunanya dapat memberikan pendapat dan saling memberikan informasi satu sama lain. Di sisi lain media sosial juga bisa mengubah karakter seseorang, terutama para remaja yang masih labil dan cenderung mudah terpengaruh. Media sosial bisa digunakan sebagai alat untuk mengubah pikiran pemuda tentang pandangan seseorang terhadap sebuah informasi, karena kaum muda saat ini bisa menghabiskan waktu kurang lebih delapan jam/hari untuk berinteraksi melalui media sosial, baik itu facebook, instagram, twitter, line, path dan lain sebagainya.

Melalui media sosial ini informasi yang disampaikan sangat bebas tanpa batas ruang dan waktu, bisa untuk menyebarkan isu-isu terhangat mengenai kabar atau informasi apapun. Dapat dipastikan hanya dalam beberapa detik berita-berita atau informasi bisa menyebar dengan cepat melalui media sosial. Banyaknya pemberitaan di media sosial yang selalu memperlihatkan sisi negatif yang justru memberikan dampak buruk bagi pembacanya. Seharusnya, selain menampilkan sisi negatif, media sosial juga harus bisa menampilkan sisi positif dari informasi yang disampaikan khususnya mengenai informasi publik terkait politik yang kemudian bisa menjadi pedoman untuk kaum muda, karena informasi yang ada di media sosial sangat mudah untuk di konsumsi oleh kaum muda saat ini yang dalam aktifitas kesehariannya tak lepas dari gadget. Hal ini menyebabkan informasi yang berkembang di media sosial sangat besar pengaruhnya terhadap pandangan dan pemahaman politik kaum muda. Oleh sebab itu, perlu jembatan pendidikan pemilih bagi kaum muda salah satunya melalui media sosial.

Media sosial juga bisa menjadi jembatan dalam menyampaikan informasi terkait politik ataupun informasi kePemiluan dalam pelaksanaan sebuah perhelatan Pemilu baik Pemilukada maupun Pemilu nasional. Dalam pelaksanaan tahapan Pemilu, salah satunya adalah tahapan kampanye. Dalam tahapan kampanye pada era saat ini penggunaan media sosial merupakan salah satu jalur efektif untuk berkampanye. Kampanye yang memanfaatkan jejaring media sosial lebih berpengaruh daripada kampanye yang hanya fokus pada penyampaian informasi atau konten saja, namun penyebaran secara mobile sangat cepat berkembang dalam hitungan detik. Begitu besarnya efek yang ditimbulkan oleh sebuah infomasi dari media sosial hingga dapat mengubah pandangan sesorang terhadap sebuah pemahaman khususnya pemahaman berpolitik kaum muda. Hal tersebut jadi tantangan besar bagi KPU dalam era “medsos” di mana banyak berkembang berita yang beredar namun tidak jelas sumbernya. Apalagi pada saat berlangsung tahapan Pemilu, informasi-informasi di media sosial akan sangat besar dampaknya. Dalam hal ini KPU menjadi salah satu sumber informasi yang dapat di akses publik dengan mudah dan cepat dengan menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. KPU berkomitmen untuk dapat menyajikan informasi publik dan informasi kePemiluan dengan mudah dan cepat serta dapat dipertanggungjawabkan, sehingga informasi yang tidak jelas sumbernya seperti informasi berisi black campaign yang berkembang di media sosial dapat di minimalisir.

Media sosial memiliki sisi yang positif dan negatif. Sisi yang positifnya adalah media sosial merupakan salah satu lahan kampanye yang murah dan dapat menjangkau masyarakat luas. Media sosial juga mampu memberikan informasi kepada masyarakat baik mengenai dunia perpolitikan secara umum, maupun informasi yang lainnya tanpa batas ruang dan waktu. Selain itu, dengan luasnya jaringan yang dimiliki media sosial, masyarakat dapat belajar mengenai politik dari tempat lain. Media sosial juga dapat memfasilitasi masyarakat untuk mengetahui pendapat tokoh-tokoh masyarakat dan ahli politik perihal suatu bahasan tertentu. Media sosial dapat membuat masyarakat “melek” politik. Di sisi lain, media sosial juga berpotensi menyesatkan masyarakat, karena banyaknya informasi politik dalam media sosial yang menyesatkan. Banyak pihak yang memang bertujuan untuk menyesatkan masyarakat melalui media sosial. Inilah yang harus diwaspadai. Masyarakat harus cerdas dan mampu menyaring informasi mana yang benar.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari informasi yang  salah, bisa ditempuh dengan cara hanya percaya tautan akun berita yang kredibel atau terpercaya. Misalnya terkait informasi kePemiluan dapat dengan melihat informasi yang bersumber dari sumber resmi misalnya dari website KPU, membaca isi berita secara keseluruhan atau jangan setengah - setengah,  dan jika memungkinkan melakukan konfirmasi dengan orang yang bersangkutan melalui media sosial atau secara langsung dengan sumber informasi. Apabila media sosial digunakan dengan bijak, bisa mengembalikan kepercayaan kaum muda dalam berpolitik. Mungkin awalnya mereka beranggapan bahwa politik itu kotor, namun lama kelamaan dengan beredarnya sisi positif dari politik melalui media sosial, mereka akan menganggap bahwa politik itu adalah sesuatu yang bersih dan indah. Jika kaum muda sudah percaya kepada politik, tentu mereka juga akan mau ikut serta dalam pelaksanaan sebuah perhelatan Pemilu. Sifat muda yang ambius dan pantang menyerah  bisa membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Secara umum dalam politik, media sosial memiliki beberapa manfaat diantaranya dapat menjadi alat kampanye dan pembelajaran politik yang murah dan efektif. Menjadikan masyarakat lebih cerdas dan dewasa dalam berpolitik merupakan salah satu cara yang efektif untuk melawan dampak negatif media sosial dalam politik. Mari kita gunakan media sosial dengan bijak sebagai wadah berkomunikasi yang positif. (*RuliFebriyanto/Foto:http://www.bawaslu-dki.go.id/13/10/2015/kampanye-pilkada-di-media-sosial)

 



Artikel Terkait